Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

PUISI KEMBALI PADA TUHAN

Gambar
puisi jalaluddin rumi Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka, maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.Begitulah caranya! Jika engkau hanya mampu merangkak, maka merangkaklah kepadaNya! Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk, maka tetaplah persembahkan doamu yang kering, munafik dan tanpa keyakinan; kerana Tuhan, dengan rahmatNya akan tetap menerima mata Uang palsumu! Jika engkau masih mempunyai seratus keraguan mengenai Tuhan , maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja. Begitulah caranya! Wahai pejalan! Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji, ayuhlah datang, dan datanglah lagi!Kerana Tuhan telah berfirman: “Ketika engkau melambung ke angkasa ataupun terpuruk ke dalam jurang, ingatlah kepadaKu , kerana Akulah jalan itu.” Sumber addinie.wordpress.com

PUISI HIDUP BUKAN UNTUK DUNIA

                                                    Hidup bukan untuk Dunia Di saat ku sadari betapa beratnya hidup ini, hidup yang sia-sia tanpa amal ibadah. hidup yang hampa tanpa kasih dari Raabku. hidup yang sulit ketika aku berjalan tak sampai tujuan. hidup yang terus seperti ini, tak ada perubahan yang lebih baik aku sadar... aku punya Allah Allah yang maha esa, maha mendengar maha mengasihi tapi hati sudah seperti batu, keras sulit rapuh dan melembut jiwa kosong namun bernoda wahai Tuhanku, Allahu ahad bantu aku mencintaimu, melebihi cintaku untuk dunia bantu aku, ikhlas karenamu bukan makhlukmu bantu aku, sabar menghadapi bukan berlari dari masalah bantu aku, tetap disisimu, walau hembusan napasku sampai disini....

PUISI JALALUDDIN RUMI

Gambar
Maulana jalaluddin rumi Harapan Telah Tiba wahai jiwaku... janganlah berputus asa  harapan telah datang yang maha pengasih harapan setiap jiwa  telah tampil dari semesta tak tampak janganlah berputus asa  walau Siti Maryam tak lagi menggenggam jemarimu cahaya yang menarik Isa ke atas langit telah tiba jangan lah berputus asa  wahai jiwaku walau pun gelap sumur penjaramu kini  sang raja yang membebaskan Yusuf telah datang Ya'qub telah membuka hijab uzlahnya hingga fajar, dalam rintihan, "wahai rabb" yang maha pengasih mendengar permohonanmu itu, dan telah datang wahai sakit yang telah lama menua bersamamu, bergembiralah obatmu telah datang wahai gerbang nan rapat terkunci terbukalah karena kunci telah datang engkau yang telah berpuasa, menahan diri dari meja penjamuan berbukalah dengan gembira karena hari pertama pesta telah tiba diamlah tetaplah diam "Kun!" diamnya ketakjubanm...